Senin, 02 Mei 2011

PERISTIWA G 30 S/PKI


Merupakan peristiwa tragedi Nasional yang terjadi pada tahun 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang diketuai oleh D.N. Aidit,  PKI dapat berkembang melalui gagasan Nasionalis, Agama, dan Komunis (NASAKOM)
Tempat pemberontakan G 30 S/PKI meliputi di Yogyakarta, Jawa Tengah, Madiun

·   Latar Belakang munculnya peristiwa :
ØKemenangan PKI dalam Pemilu 1955 (semakin menguntungkan posisi PKI)
ØAdanya ajaran presiden yang menguntungkan PKI (nasakom, manipol, resipom)
ØPKi menjadi andalan presiden dalam membina hubungan dengan negara komunis
·   Peristiwa pendahuluan :
ØAkhir tahun 1963 PKI melancarkan “aksi sepihak” di JAWA, BALI , dan SUMATRA
ØBulan Januari 1965 mengajukan gagasan pembentukan  “angkatan kelima” (angkatan buta)
ØBulan Mei 1965 PKI menyebarkan desas-desus adanya  “Dewan Jendral”
·   Sebagai melancarkan kudeta, PKI  membentuk Biro Khusus yang diketuai oleh Syam Kamaruzaman. Biro Khusus juga mempunyai tugas-tugas :
ØMenyebarluaskan pengaruh dan ideologi PKI ke dalam tubuh ABRI
ØMengusahakan agar setiap anggota ABRI yang telah bersedia menjadi anggota PKI dan telah disumpah dapat membina anggota ABRI lainnya
Ø Mendata dan mencatat para anggota ABRi yang telah dibina atau menjadi pengikut PKI agar sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk kepentingannya
·   Siasat-siasat yang ditempuh Biro Khusus PKI dalam melawan komando puncak Angkatan Darat (AD) meliputi :
ØMemojokkan dan mencemarkan komando  AD  dengan tuduhan terlibat dalam persekongkolan (konspirasi) menentang RI karena bekerja sama dengan Inggri dan AS
ØMenuduh komando puncak AD telah membentuk “Dewan Jendral” yang tujuannya menggulingkan kekuasaan Presiden Ir.Soekarno
ØMengisolasi komando AD dari angkatan-angkatan lain
ØMengorganisasi perwira militer yang tidak mendukung adanya “Dewan Jendral”
ØMengusulkan kepada pemerintah agar membentuk Angkatan Kelima yang terdiri atas para buruh dan petani yang dipersenjatai
·   Gerakan 30 September/PKI meliputi :
ØTanggal 30 September 1965 mulai melakukan persiapan (melancarkan  gerakan)
ØTanggal 1 Oktober1965 dini hari melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap :
a. Letjen Ahmad Yani (Men/Pangad)
b.Mayjen S. Parman (Asisten 1 Men/Pangad)
c. Mayjen R. Suprapto (Deputy 2 Men/Pangad)
d.Mayjen M.T. Haryono (Deputy 3 Men/ Pangad)
e.Brigjen D.I. Panjaitan (Asisten 4 Men/Pangad)
f.  Brigjen Sutoyo Siswomohardjo (Insp Kehakiman/Oditur Jendral)
ØTanggal 1 Oktober 1965 pagi pemberontakan berhasil menguasai 2 sarana Vital (studio RRI Pusat dan Kantor PN Telekomunikasi)
ØTanggal 1 Oktober 1965 siang menyiarkan tentang pembentukan ‘Dewan Revolusi’
·   Operasi Penumpasan PKI :
ØTanggal 1 Oktober pagi Pangkostrad, Mayjen Soeharto mulai bertindak (mengumpulkan dan mengkoordinasikan kekuatan yang ada untk mengambil langkah)
ØTanggal 1 Oktober sore operasi militer dimulai (menggunakan unsur RPKAD dan Batalyon328/Kujang/Siliwangi) yang dipimpin oleh Kol. Sarwo Edhie Wibowo yang selanjutnya disiarkan tentang peristiwa sesungguhnya
ØTanggal 2 Oktober 1965 sore, Pangkalan Udara Halim berhasil dikuasai kembali
ØTanggal 3 Oktober 1965 jenazah para perwira AD diketemukan di Lubang Buaya
ØPenumpasan PKI dilakukan oleh kesatuan-kesatuan ABRI yang setia pada Pancasila
·   Dampak Sosial Politik dari Peristiwa G 30 S/PKI :
ØSecara politik telah lahir peta kekuatan politik baru yaitu tentara Angkatan Darat
ØSampai bulan Desember 1965 PKI telah hancur sebagai kekuatan politik di Indonesia
ØKekuasaan dan pamor politik Presiden Ir.Soekarno memudar
ØSecara sosial telah terjadi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang PKI atau “diangggap PKI” yang tidak semuanya melewati pengadilan dan relatif banyak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate