Merupakan peristiwa tragedi Nasional yang terjadi pada tahun 30
September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang diketuai oleh D.N.
Aidit, PKI dapat berkembang melalui
gagasan Nasionalis, Agama, dan Komunis (NASAKOM)
Tempat pemberontakan G 30 S/PKI meliputi di Yogyakarta, Jawa Tengah,
Madiun
·
Latar
Belakang munculnya peristiwa :
ØKemenangan
PKI dalam Pemilu 1955 (semakin menguntungkan posisi PKI)
ØAdanya ajaran
presiden yang menguntungkan PKI (nasakom, manipol, resipom)
ØPKi menjadi
andalan presiden dalam membina hubungan dengan negara komunis
·
Peristiwa
pendahuluan :
ØAkhir tahun
1963 PKI melancarkan “aksi sepihak” di JAWA, BALI , dan SUMATRA
ØBulan Januari
1965 mengajukan gagasan pembentukan
“angkatan kelima” (angkatan buta)
ØBulan Mei
1965 PKI menyebarkan desas-desus adanya
“Dewan Jendral”
·
Sebagai melancarkan
kudeta, PKI membentuk Biro Khusus yang
diketuai oleh Syam Kamaruzaman. Biro Khusus juga mempunyai tugas-tugas :
ØMenyebarluaskan
pengaruh dan ideologi PKI ke dalam tubuh ABRI
ØMengusahakan
agar setiap anggota ABRI yang telah bersedia menjadi anggota PKI dan telah
disumpah dapat membina anggota ABRI lainnya
Ø Mendata dan
mencatat para anggota ABRi yang telah dibina atau menjadi pengikut PKI agar
sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk kepentingannya
·
Siasat-siasat
yang ditempuh Biro Khusus PKI dalam melawan komando puncak Angkatan Darat (AD)
meliputi :
ØMemojokkan
dan mencemarkan komando AD dengan tuduhan terlibat dalam persekongkolan
(konspirasi) menentang RI karena bekerja sama dengan Inggri dan AS
ØMenuduh
komando puncak AD telah membentuk “Dewan Jendral” yang tujuannya menggulingkan
kekuasaan Presiden Ir.Soekarno
ØMengisolasi
komando AD dari angkatan-angkatan lain
ØMengorganisasi
perwira militer yang tidak mendukung adanya “Dewan Jendral”
ØMengusulkan
kepada pemerintah agar membentuk Angkatan Kelima yang terdiri atas para buruh
dan petani yang dipersenjatai
·
Gerakan
30 September/PKI meliputi :
ØTanggal 30
September 1965 mulai melakukan persiapan (melancarkan gerakan)
ØTanggal 1
Oktober1965 dini hari melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap :
a. Letjen
Ahmad Yani (Men/Pangad)
b.Mayjen S. Parman (Asisten 1
Men/Pangad)
c. Mayjen
R. Suprapto (Deputy 2 Men/Pangad)
d.Mayjen M.T. Haryono (Deputy 3
Men/ Pangad)
e.Brigjen D.I. Panjaitan
(Asisten 4 Men/Pangad)
f. Brigjen
Sutoyo Siswomohardjo (Insp Kehakiman/Oditur Jendral)
ØTanggal 1
Oktober 1965 pagi pemberontakan berhasil menguasai 2 sarana Vital (studio RRI
Pusat dan Kantor PN Telekomunikasi)
ØTanggal 1
Oktober 1965 siang menyiarkan tentang pembentukan ‘Dewan Revolusi’
· Operasi
Penumpasan PKI :
ØTanggal 1
Oktober pagi Pangkostrad, Mayjen Soeharto mulai bertindak (mengumpulkan dan
mengkoordinasikan kekuatan yang ada untk mengambil langkah)
ØTanggal 1
Oktober sore operasi militer dimulai (menggunakan unsur RPKAD dan
Batalyon328/Kujang/Siliwangi) yang dipimpin oleh Kol. Sarwo Edhie Wibowo yang
selanjutnya disiarkan tentang peristiwa sesungguhnya
ØTanggal 2
Oktober 1965 sore, Pangkalan Udara Halim berhasil dikuasai kembali
ØTanggal 3
Oktober 1965 jenazah para perwira AD diketemukan di Lubang Buaya
ØPenumpasan
PKI dilakukan oleh kesatuan-kesatuan ABRI yang setia pada Pancasila
·
Dampak
Sosial Politik dari Peristiwa G 30 S/PKI :
ØSecara
politik telah lahir peta kekuatan politik baru yaitu tentara Angkatan Darat
ØSampai bulan
Desember 1965 PKI telah hancur sebagai kekuatan politik di Indonesia
ØKekuasaan dan
pamor politik Presiden Ir.Soekarno memudar
ØSecara sosial
telah terjadi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang PKI atau
“diangggap PKI” yang tidak semuanya melewati pengadilan dan relatif banyak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar